Lempuk, Makanan Khas Bengkulu

Lempuk, Makanan Khas Bengkulu

Seminggu sebelum hari raya kurban saya di hubungi rekan grup WA Relawan Jurnal Indonesia. Intinya saya diajak “dolan” ke Kota Curup. Curup merupakan ibukota kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.

Suasana pendampingan jurnal

Bukan cuma sekedar dolan, sesungguhnya saya diminta untuk membantu mendampingi para pengelola jurnal di salahsatu perguruan tinggi negeri di Curup. Nama perguruan tinggi tersebut yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup.

Di STAIN Curup ada 5 jurnal yang dikelola oleh masing-masing program studi. Lima jurnal tersebut di koordinir di bawah LPPJI (saya lupa kepanjangannya apa) tapi yang jelas tugasnya memfasilitasi dan mengkoordinir jurnal-jurnal di kampus tersebut.

Acara pendampingan jurnal dilakukan selama 2 hari yakni dari tanggal 17-18 September, namun tanggal 16 saya mesti sudah berangkat. Alasan penting yakni untuk efisiensi waktu. Soalnya jarak dari bandara Rahmawati Bengkulu ke STAIN Curup lebihkurang 3 jam. Walau pas perjalanan ke Curup kami sempat mampir di Pantai Panjang.

Pantai Panjang, Bengkulu

Perjalanan terlewati, suasana pendampingan yang asik dan menyenangkanpun telah dilalui. Saatnya cari Lempuk. 

Lempuk khas Curup ini kami (saya dan ketua LPPJI serta satu dosen lainnya) beli malam hari setelah kami berkunjung ke tempat makan pancur. Jika kalian cari Lempuk  Curup, saya rekomendasikan belinya di sekitaran bundaran, agak ketimur. Nah disana, ada toko sedereran dipinggir jalan yang jual lempuk dan makanan khas Curup lainnya.

Lempuk Durian

Tempat makan Pancur–Curup

Jika Anda punya keinginan yang kuat, maka alam semesta akan bersatu membantumu, kata Hardivizon dikutip dari  Paulo Coelho, The Alchemist-

“When a person really desires something, all the universe conspires to help that person to realize his dream”Paulo Coelho, The Alchemist

No Comments

Post A Comment