Andri Permana

  • Archive
  • RSS
  • Ask Me

Ruang

Kamar saya cukup besar, karena pada dasarnya manusia tidaklah dapat hidup sendiri saya bagi kamar itu dengan beberapa orang yang saya percaya. Saya bagi menjadi beberapa ruang. Saya buatkan sekat pemisah satu dengan lainnya. Saya tata rapi ruang-ruang yang dipisah sekat itu sama besar. Beberapa diantaranya memang lebih besar dari yang lainnya, tapi kebanyakan adalah sama besar. Ruang-ruang itu saya beri perlengkapan secukupnya, dibuat senyaman mungkin agar ada yang mau tinggal di sana.

Ada dua ruang besar, beberapa ruang yang sedikit lebih kecil dari yang dua tadi, ruang-ruang yang dengan sendirinya terisi ketika saya selesai membangunnya. Semakin hari, semakin bertambah jumlah ruangnya. Setiap beberapa saat ruang itu ada yang bertambah besar, ada juga yang mengecil. Saya yang membuatnya seperti itu, alam bawah sadar saya yang menentukan seberapa besar ruang itu akan memperluas atau mengecilkan diri.

Dan sisanya adalah ruang-ruang yang lebih kecil, berderet berhadapan sama besar membentuk lahan di tengahnya menjadi sebuah lorong yang sangat panjang. Ruang-ruang yang saya biarkan kosong untuk sementara. Ruang yang saya biarkan menghilang dengan sendirinya, yang juga dapat membesar dan mengecil, mencaplok ruang di sebelahnya sehingga menjadi dua kali lebih besar atau hilang karena dimakan ruang lainnya.

Tapi justru karena ruang-ruang itu memang diperuntukan untuk manusia, beberapa dari mereka yang pernah tinggal di sana juga datang dan pergi. Mereka sebut diri mereka petualang, tidak bisa tinggal di suatu tempat dalam waktu yang lama, apalagi selamanya. Tidak mengapa. Sungguh tidak pernah saya jadikan masalah, bahkan ketika beberapa dari mereka meninggalkan salah satu ruang itu berantakan.

Tapi, kadang-kadang, justru yang meninggalkannya tersusun rapi yang mendatangkan masalah. Saya sering bertanya setelahnya, apa guna merapikan ruang-ruang ini kalau kemudian akan mereka tinggalkan? Sampai sekarang, tidak pernah bertemu orang yang bisa memberi saya jawaban atas pertanyaan tadi. Lagipula, pada akhirnya, ruangan itu saya hancurkan, saya bangun ruangan baru setelahnya. Lebih bagus, lebih kokoh. Jadi, siapa mencari ruang kosong untuk ditinggali, jangan sungkan untuk bertanya. Satu-dua hari boleh saja, toh saya juga belum berencana membiarkan ruang-ruang itu ditinggali selamanya.

    • #Cerita Pendek
  • 1 year ago
  • Comments
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Recent comments

Blog comments powered by Disqus
← Previous • Next →

Portrait/Logo

About

Art, literature, social media, IT, music, and movie enthusiast.

Pages

  • Playdept.
  • Review Bastard
  • Personal Blog
  • NetworkBastard
  • My Resume

Me, Elsewhere

  • andripermana on Behance
  • @AndriPermana on Twitter
  • Facebook Profile
  • AndriPermana on Vimeo
  • AndriPermanaSR on Youtube
  • hello.andri on Flickr
  • andripermana on Delicious
  • AndriPermana on Last.fm
  • AndriPermana on Soundcloud
  • AndriPermana on Foursquare
  • My Skype Info
  • Linkedin Profile

I Dig These Posts

See more →
  • Photo via dyassy

    Taken with instagram

    Photo via dyassy
  • Post via sadgenic

    Bicara soal copy paste, plagiat dan lain lain. Menurut saya tidak ada yg benar-benar masterpiece dan original di dunia selain ciptaan-Nya. Tulisan,...

    Post via sadgenic
  • Photo via egamaharani

    Apa yang ada dipikiran kamu begitu melihat foto beresolusi rendah berlatar belakang trotoar dengan potret bapak tua menggendong dua beronjong ini?...

    Photo via egamaharani
  • Photo via photojojo

    Before he directed The Shining and A Clockwork Orange, Stanley Kubrick was a photojournalist. See his best photos here!

    Stanley Kubrick as a...

    Photo via photojojo
  • Photo via nevver

    ‘Women keep a special corner of their hearts for sins they have never committed.’ – Cornelia Otis Skinner, The New Shelton wet/dry

    Photo via nevver
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask Me
  • Mobile

© AndriPermana 2011. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr