Relawan menurut Mas Andri

Relawan menurut Mas Andri

Ada yang berujar kepadaku, bahwa relawan seyogyanya tidak berbayar pada setiap kegiatan yang di selenggarakan. Namun, saya jawab, relawan buth operasional, relawan butuh dana untuk menggerakkan roda organisasinya.

Relawan, jangan dilihat dari kerelawanannya, namun lihatlah semangatnya. Semangat berbagi ilmu, semangat berbagi pengelaman dan semangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan

Naif boleh-boleh saja, namun perlu dilihat konteksnya. Pada konteks Relawan Jurnal Indonesia, cobalah lihat hal lain, dari sudutpandang yang berbeda. Mencoba melihat pada posisi tertentu, sehingga akan ada kelapangan dada sehingga seolah kita merasakan apa yang sesungguhnya mereka rasakan.

Ada momen dikala kita tersentuh untuk segera merenungi apa yang sejatinya telah kita lakukan untuk negeri ini. Tak perlu bersuara lantang mengutuk situasi. Cukup berkarya, dan menjadi pribadi yg bermanfaat untuk orang lain di sekeliling kita.

Kala itu, saya terus mencoba untuk meresapi lantunan Hymne RJI. Terlalu sendu dan menyentuh hingga tak kuasa menahan air mata. Ada hal sendu dan rindu akan masa-masa di mana aku, kita dan semuanya berjuang, bergerak dan kini berhasil untuk terus berbagi kepada siapapun.

Sudahlah, kita letakkan sejenak ego kita masing-masing. Rapatkan barisan, satukan niat, cukupkan dan kuatkan niat jalan beriringan untuk tujuan yang lebih besar yakni Indonesia.

Mari kita nahkodai kapal kemanusiaan ini dengan ikhlas. Kekurangan-kekurangan yang hingga saat ini terpampang nyata, saatnya kita bergandeng tangan, untuk melengkapi dan menjadikan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) ini sebagai rumah bersama, rumah bagi pengelola Jurnal di Indonesia.

Tulisan: Andri Putra Kesmawan

No Comments

Post A Comment