RJI Gelar Rakernas ke-2 di Bandung

RJI Gelar Rakernas ke-2 di Bandung

Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang kedua kali sejak organisasi ini dibentuk di Yogyakarta 2016 lalu. Rakernas pertama dilaksanakan di Sidoarjo pada 2017. Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai tuan rumah penyelenggara. Sedangkan kali ini, UIN Sunan Gunung Djati yang mendapatkan kesempatan untuk menggelar rapat berskala nasional tersebut. Adapun tema yang diusung kali ini yakni “Membangun Budaya Riset Bangsa Melalui Penerbitan Jurnal Nasional dan Internasional Bereputasi”. Tema ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yakni ketika persaingan global era revolusi industri 4.0 menjadi isu utama dalam inovasi riset maupun publikasi ilmiah. Dalam menjawab tantangan ini, RJI sebagai organisasi yang menaungi pengelola jurnal di seluruh Indonesia berusaha merespons disrupsi dan digitalisasi publikasi. Hal ini untuk memberikan pendampingan serta edukasi pengelola jurnal di seluruh Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Secara resmi, rakernas 2 dibuka di Aula UIN Sunan Gunung Djati dengan agenda  seminar nasional yang mengundang beberapa stakeholder sebagai pembicara kunci seperti Dr Sadjuga, MSc dari Kemenristekdikti, Dr Dasapta Erwin Wirawan dari ITB/INArvix, Prof Dr Ir Komang G Wiryawan dari Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia, M. Tanzil Multazam sebagai Crossref Ambassador, Hilman Fathoni, SH  yang merupakan perwakilan dari Creative Common Indonesia, dan Dwi Fajar Saputra sebagai Manager Helpdesk IOS. Sebagai perwakilan dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi Dr Sadjuga membahas mengenai kebijakan jurnal ilmiah di Indonesia. Sedangkan Dr Dasapta justru menitikberatkan pembahasannya pada tren open science dan kaitannya dengan publikasi Ilmiah. Seminar ini memberikan banyak sekali masukan dan pandangan baru pada semua peserta, karena pembicara–pembicara yang didatangkan mewakili entitas ke-ilmiah-an yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya di tingkat nasional maupun internasional. Seminar berskala nasional ini sukses diselengarakan berkat partisipasi aktif 500 peserta. Diskusi berlangsung hangat, karena antusiasme peserta yang luar biasa. Para pembicara pun semakin bersemangat dalam membagi keilmuan mereka masing–masing. Pada malam hari, rakernas RJI digelar di Cordela Hotel Bandung dengan perwakilan korda masing–masing daerah sebagai peserta. Rapat kerja nasional ini diselenggarakan untuk melakukan pembahasan dalam menyiapkan langkah-langkah strategis dalam pengembangan jurnal ilmiah di seluruh Indonesia. Rakernas tahun ini mendatangkan 100 perwakilan korda dari seluruh Indonesia. Peserta rakernas diharapkan mampu menjadi perwakilan daerahnya untuk memberikan masukan dalam rapat kerja sehingga hasil dari rakernas akan berdampak global di seluruh Indonesia. Pada hari kedua, sebagai rangkaian rakernas, RJI mengundang peserta untuk mengikuti workshop tata kelola jurnal dengan pembagian kelas yang komprehensif berdasarkan kebutuhan pengelola jurnal di seluruh Indonesia. Pembagian kelas terdiri atas kelas crossref, kelas beginner, kelas intermediate, dan kelas advance. Masing–masing kelas akan dipandu oleh tutor RJI yang sudah berpengalaman dalam tata kelola Jurnal sesuai dengan materi yang ditawarkan di masing-masing kelas. Peserta workshop membludak karena melebihi target yang ditetapkan panitia, jika saja tidak ada pembatasan peserta, kemungkinan pesertanya akan terus bertambah. Panitia terpaksa melakukan pembatasan jumlah peserta karena terbatasnya jumlah tutor dan ruangan yang tersedia. “Kami berharap, rakernas 2019 lebih baik lagi supaya lebih banyak lagi peserta yang bisa mengikuti workshop maupun seminar RJI,” ungkap Andri Putra Kesmawan, Ketua Umum RJI 2016–2019 melalui keterangan resmi, Kamis (23/8/2018).

Sumber: Ayobandung

No Comments

Post A Comment