Just Like Being There: sebuah Dokumenter tentang seni Gig Posters.
Satu bulan yang lalu duet sutradara Scout Shannon dan produser Johanna Goldstein merilis sebuah video promo tentang project mereka yang belum diberi nama di Vimeo, project ini akan mengangkat para seniman yang menghidupi poster-poster acara atau akrab disebut dengan gig posters. Tiga hari yang lalu mereka merilis satu buah video lagi, kali ini project mereka sudah bernama, Just Like Being There.
Dalam wawancaranya dengan /Film, mereka menjelaskan bahwa gig posters tidaklah selalu tentang poster untuk acara musik yang disebar tempel di sembarang tempat, walaupun sebeturnya inti dari semua ini memang itu, sebutan ini juga mewakili poster-poster yang dirilis secara terbatas untuk kepentingan promosi produk atau acara-acara atau juga hanya untuk dipajang di galeri-galeri seni seperti di Gallery 1988 di Los Angeles atau Spoke Art di San Francisco. Seperti disebutkan dalam video promo pertama mereka satu bulan yang lalu, dokumenter ini akan secara khusus membahas tentang kontribusi tiga seniman Kevin Tong, Daniel Danger dan Jay Ryan.
Dapat kita lihat dalam video promo mereka, dokumenter ini juga akan mengulas bagaimana para seniman yang terlibat membawa gig posters ke tahap yang lebih tinggi, juga kita lihat beberapa footage dari pameran-pameran serta konser musik yang melibatkan mereka. Tujuannya mereka seperti dikutip /Film adalah untuk membuka mata publik terhadap keberadaan seni jenis ini, seperti halnya ketika Banksy membuka mata kita tentang street art melalui Exit Through The Gift Shop. Dokumenter ini sedang dalam tahap produksi, sementara itu, simak wawancara mereka dengan Germain Lussier dari /Film dan silahkan menikmati dua video promo di bawah ini:
Indonesia dalam The New Rulers of the World
Beberapa tahun kemarin salah satu dosen saya mengadakan screening sebuah film tentang pengaruh IMF dan The World Bank dalam krisis ekonomi Asia yang terjadi 13 tahun lalu, saya lupa siapa dan kelas apa. Yang lebih parah lagi saya lupa apa judul filmnya, saya hanya ingat bahwa film tersebut adalah salah satu dari beberapa film John Pilger yang pernah saya tonton. Berterimakasihlah kepada YouTube, lagi-lagi, tadi sore saya menemukan film yang dirilis 10 tahun lalu itu di sana.
The New Rulers of the World adalah sebuah dokumenter yang tayang di stasiun Carlton Television, Inggris, pada tahun 2001. John Pilger, seorang jurnalis dan pembuat film dokumenter asal Australia, menyajikan sebuah realita dari dampak globalisasi bagi sebagian besar warga dunia. Menurut pengamatan Pilger, dampak negatif terutama dirasakan oleh masyarakat miskin di negara dunia ketiga seperti Indonesia. Pilger kemudian menjadikan Indonesia sebagai contoh nyata atas pendapatnya tersebut, Pilger datang untuk mengenal lebih jauh tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti Nike, Reebok dan GAP dapat mengeruk keuntungan sebanyak mungkin karena proses produksi yang dilakukan di Indonesia atau negara-negara lain di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
Pilger dibantu duet Ursula Riley (researcher) dan Alan Lowery (director), yang juga menggarap Paying the Price: Killing the Children of Iraq dan The War You Don’t See, serta Produser Polly Bide (sutradara The Second World War in Colour) untuk menyajikan fakta-fakta temuannya disertai wawancara dengan para buruh yang bekerja di pabrik-pabrik yang menjadi tempat produksi untuk merk-merk yang disebut diatas serta tokoh-tokoh seperti Alm. Pramoedya Ananta Toer dan Dita Sari, keduanya mantan tahanan politik pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Pilger juga mewawancara Stanley Fischer (First Deputy Managing Director, IMF) dan Nicholas Stern (Chief Economist, The World bank) dan berhasil menyampaikan pertanyaan-pertanyaan penting seputar peranan dua lembaga tersebut dalam globalisasi ekonomi dunia yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 lalu.
Walaupun ini adalah isu yang sangat penting, tapi penyampaian Pilger tidak terlalu rumit. Untuk yang kesulitan menonton dalam bahasa Inggris, saya sertakan juga versi yang sudah diberi subtitle bahasa Indonesia oleh teman-teman di Institute for Global Justice dan INFID, walaupun kualitas gambar dan suara tidak sebagus versi tanpa subtitle.
- The New Rulers of the World
- The New Rulers of the World dengan Subtitle Bahasa Indonesia
