Rangkaian cerita dari Berlin ke Istanbul
Pada dasarnya kehidupan adalah tentang terus bergerak, Bumi yang kita pijak terus berputar dalam porosnya, sementara kita, apa jadinya kita kalau hanya diam mematung?
Perkenalkan Helin, calon doktor dalam Ilmu Politik asal Turki, dan Jan, seorang film-maker dan fotografer asal Jerman. Mereka berdua melakukan perjalanan dari Jerman menuju Turki dengan menumpang atau istilahnya hitchhiking. Mereka berdua tahu betul esensi dari kenapa bumi dan hal-hal yang ada didalamnya terus bergerak.
Dalam perjalanannya Helin dan Jan bertemu banyak orang dari berbagai kalangan, juga macam-macam aktifitas yang tidak mereka temui setiap hari. Mereka mendokumentasikannya dalam rangkaian episode di kanal Vimeo dan situs mereka Berlin-Istanbul. Ide yang inspiratif, cerita yang menarik, orang-orang yang luar biasa. Berikut trailer dari dokumenter mereka, lengkapnya dapat kita nikmati di kanal Vimeo dan situs mereka:
Indonesia dalam The New Rulers of the World
Beberapa tahun kemarin salah satu dosen saya mengadakan screening sebuah film tentang pengaruh IMF dan The World Bank dalam krisis ekonomi Asia yang terjadi 13 tahun lalu, saya lupa siapa dan kelas apa. Yang lebih parah lagi saya lupa apa judul filmnya, saya hanya ingat bahwa film tersebut adalah salah satu dari beberapa film John Pilger yang pernah saya tonton. Berterimakasihlah kepada YouTube, lagi-lagi, tadi sore saya menemukan film yang dirilis 10 tahun lalu itu di sana.
The New Rulers of the World adalah sebuah dokumenter yang tayang di stasiun Carlton Television, Inggris, pada tahun 2001. John Pilger, seorang jurnalis dan pembuat film dokumenter asal Australia, menyajikan sebuah realita dari dampak globalisasi bagi sebagian besar warga dunia. Menurut pengamatan Pilger, dampak negatif terutama dirasakan oleh masyarakat miskin di negara dunia ketiga seperti Indonesia. Pilger kemudian menjadikan Indonesia sebagai contoh nyata atas pendapatnya tersebut, Pilger datang untuk mengenal lebih jauh tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti Nike, Reebok dan GAP dapat mengeruk keuntungan sebanyak mungkin karena proses produksi yang dilakukan di Indonesia atau negara-negara lain di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
Pilger dibantu duet Ursula Riley (researcher) dan Alan Lowery (director), yang juga menggarap Paying the Price: Killing the Children of Iraq dan The War You Don’t See, serta Produser Polly Bide (sutradara The Second World War in Colour) untuk menyajikan fakta-fakta temuannya disertai wawancara dengan para buruh yang bekerja di pabrik-pabrik yang menjadi tempat produksi untuk merk-merk yang disebut diatas serta tokoh-tokoh seperti Alm. Pramoedya Ananta Toer dan Dita Sari, keduanya mantan tahanan politik pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Pilger juga mewawancara Stanley Fischer (First Deputy Managing Director, IMF) dan Nicholas Stern (Chief Economist, The World bank) dan berhasil menyampaikan pertanyaan-pertanyaan penting seputar peranan dua lembaga tersebut dalam globalisasi ekonomi dunia yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 lalu.
Walaupun ini adalah isu yang sangat penting, tapi penyampaian Pilger tidak terlalu rumit. Untuk yang kesulitan menonton dalam bahasa Inggris, saya sertakan juga versi yang sudah diberi subtitle bahasa Indonesia oleh teman-teman di Institute for Global Justice dan INFID, walaupun kualitas gambar dan suara tidak sebagus versi tanpa subtitle.
- The New Rulers of the World
- The New Rulers of the World dengan Subtitle Bahasa Indonesia
BBC’s Documentary, The Romantics: The Birth of the Individual in Modern Society.
Seorang filsuf dan penulis besar, Jean Jaques Rousseau, lahir hari ini 299 tahun yang lalu. Karyanya memicu fajar baru harapan bagi kebebasan dan kesetaraan, yang akhirnya memicu salah satu pergolakan sosial politik terbesar dalam sejarah peradaban kita, Revolusi Perancis, dan selanjutnya, Revolusi Amerika. Ide “Romantis” yang diciptakan Rousseau meresap kepada hampir setiap segi budaya, dari seni hingga politik. Sebuah warisan dari novel Émile: or, On Education.
Untuk merayakan ulang tahun Rousseau, berikut adalah dokumenter dari BBC berjudul The Romantics: The Birth of the Individual in Modern Society. Terdiri atas tiga bagian, masing-masing mengulas satu aspek kunci dari gerakan Romantisisme, yaitu Liberty, Eternity dan Nature. Bagian pertama, Liberty, melihat bagaimana Rousseau dan seniman-seniman yang hidup pada masanya, termasuk Denis Diderot, William Blake, William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge, menantang otoritas Gereja dan Raja untuk mengendalikan era baru pemberdayaan diri.
Bagian dua, Eternity, mengeksplorasi pencarian makna di dunia tanpa Tuhan, setelah revolusi abad ke-18, yang memaksa orang untuk memahami realitas baru mereka di luar sanksi Gereja.
Bagian tiga, Nature, meneliti bagaimana Revolusi Industri mencoba untuk menumbangkan dan mendominasi alam atas dasar pencapaian keuntungan, dan bagaimana seniman era Romantis berusaha untuk melawan dengan membentuk kembali alam dalam konteks relevansi, pendekatan dan pemahaman akannya.Sumber: Brainpickings
BBC’s The Beauty of Maps
Hubungan manusia dengan peta sama tuanya dengan peradaban itu sendiri. Setiap peta menceritakan kisahnya sendiri dan menyembunyikan rahasianya sendiri. Peta itu menyenangkan, menggugah ketenangan, peta itu mengungkapkan kebenaran yang mendalam, bukan hanya tentang dari mana kita berasal, tapi tentang siapa kita sebenarnya.
Lebih dari setahun yang lalu, Maria Popova membahas tentang sebuah program luar biasa dari BBC , The Beauty of Maps: Seeing Art in Cartography, tentu saja pada saat itu hanya dapat dilihat melalui iPlayer-nya BBC . Seperti kita ketahui, iPlayer milik BBC ini sulit untuk diakses, apalagi oleh kita yang berada di Indonesia, beberapa konten di internet tidak dapat dibuka oleh IP yang berasal dari Indonesia karena alasan pembajakan. Bahkan saat ini, dokumentasi program tersebut sudah hilang dari iPlayer dan tidak dirilis versi DVDnya. Maria menyayangkan hal tersebut, karena bagaimanapun program ini adalah sebuah perayaan yang luar biasa atas berkembangnya kreativitas dalam dunia kartografi. Permasalahan inilah yang mengingatkan kita betapa pentingnya sebuah konten untuk kita akses, namun sayangnya konten tersebut sudah tidak lagi ada. Satu-satunya cara agar konten-konten penting ini tidak membusuk di lemari arsip adalah dengan membaginya secara online, walaupun hal tersebut jelas-jelas melanggar hukum. Dilematis.
Berterimakasihlah kepada YouTube karena telah menyediakan tempat bagi mereka yang peduli dan mengerti. Berikut adalah tiga potongan dari edisi pertama The Beauty of Maps: Medieval Maps
BBC’ The Beauty Of Maps 1 of 4: Medieval Maps 1/3
BBC’ The Beauty Of Maps 1 of 4: Medieval Maps 2/3
BBC’ The Beauty Of Maps 1 of 4: Medieval Maps 3/3
Source: Brainpickings
